Paska bom JW Marriot dan Ritz Carlton, pengamanan hotel-hotel di perketat dengan penambahan personel, baik personel intern maupun Gegana. Radius pengamanan area hotel pun diperluas.
Seperti biasa, setiap pengunjung harus melewati metal detector walkthrough seperti pintu. Sedangkan tas bawaan diperiksa dengan handlheld metal detector menyerupai tongkat. Dan pihak keamanan meminta tamu hotel membuka tas dan melihat isi dalam tas, sekilas. Bila tak ada yang mencurigakan, tamu pun dipersilahkan masuk. Hanya ada beberapa hotel yang memiliki x ray untuk mendeteksi barang bawaan.
Kalau diperhatikan lebih lanjut, bagaimana dengan barang-barang tamu yang diturunkan dari taxi atau mobil. Biasanya hanya tamu dan tas tangan yang lewat metal detector. Sedangkan barang-barang berupa koper dan tas besar lainnya yang diturunkan dari taksi atau mobil, diambil oleh petugas hotel atau bell boy, menggunakan dorongan, langsung dibawa masuk tanpa melalui pemeriksaan atau metal detector. Ini masih sering terlihat paska ledakan di Jakarta.
Mungkin kelengahan ini bisa dimanfaatkan teroris lolos ke dalam hotel. Orang memang bisa melewati metal detector tanpa dicurigai, karena tak ada barang yang mencurigakan dalam tubuh atau tas tentengannya. Mungkin peralatan-peralatan yang diperlukan untuk merakit bom, bisa lolos karena dibawa oleh bell boy tanpa melewati metal detector.
Bisa jadi para teroris telah lama mengamati hal ini dan memanfaatkan kelengahan petugas. Mungkinkah ini yang terjadi di JW Marriot dan Ritz Carlton.
Artikel ini memiliki: 8 Komentar • Bagus +2