Hukum Suply and demand berlaku, bahkan untuk profesi - profesi yang nampaknya tidak untuk diperjual belikan. Kritikus atau motivator contohnya. Dulu, saat kebebasan bicara dan berpendapat terbungkam, seorang kritikus menjadi barang mahal. Amien Rais menjadi sosok yang penting dan menjadi panutan. Informasi negatif yang menohok adalah barang langka. Misal terdengarpun tidak akan lama karena segera dibungkam penguasa dengan beragam cara. Kritikus dan aktivis demokrasi adalah jalur cepat untuk dapat nama.
Sekarang, di era keterbukaan, dua jenis profesi itu banjir peminat. Siapapun menjadi kritikus. Dalam ekonomi, ini semacam panen raya jagung sampai siapapun malas untuk beli. Dikasih pun mungkin nggak mau karena menuh - menuhin rumah. Jagung super atau jagung KW 3 sama saja murahnya. Misal pakaian, ia jatah masuk box dengan label besar: Sale, diskon 90%. Di saat semua mencari kekurangan, maka mereka yang berusaha mencari kelebihan jadi barang langka. Motivator. Orang yang mencari sisi baik dari setiap kesulitan. Mencari jalan terang saat di mana - mana yang ada hanya gelap. Menjadi motivator adalah jalan baru untuk menjadi lebih, menjadi bermanfaat bagi sesama dengan cara yang konstruktif.
Artikel ini memiliki: 0 Komentar • Keren +2