Peristiwa yang tidak mengenakkan terjadi lagi di Indonesia. 3 ledakan besar terjadi di pusat ibukota Indonesia, Jakarta. Tepatnya di hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan dan hotel JW. Marriott.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan ada 4 korban tewas dan sekitar puluhan luka-luka dari dua tempat ini.
Objek yang paling dituju jelas hotel Ritz Carlton. Karena di hotel tersebut lah Indonesia keatangan sebuah tim sepakbola kelas dunia Manchester United (MU). Dikabarkan pula hitel Ritz Carltion mengalami rusak yang parah. Sebagai bangsa Indonesia, berulang kali kita mengalami hal seperti ini. Meskipun sampai tulisan ini saya buat belum dipastikan, apa sumber dari ledakan tersebut. Indonesia seperti memilki masalah internal yang lemah. Seharusnya dengan dengan kehadiran tim sebesar MU, Indonesia harus bisa membaca situasi dengan jangka panjang. Meskipun belum diketahui apakah MU masih akan datang ke Indonesia pasca kejadian ini, tapi dengan hadirnya sekitar 6000 pasukan pengamanan untuk Manchester United, hal seperti ini tidak perlu terjadi. Terlepas dari kedatangan MU yang lebih bernuanasa olahraga, seharusnya Indoensia bisa membuat MU berpikir nyaman berada di Indonesia. Hal ini bisa membuat Indoensia semakin jauh di di mata dunia dalam sektor kenyamanan dan keamanan. Imbasnya pergerakan ekonomi Indoensia bisa jadi terhambat. Ekonomi yang seharusnya menajdi senjata utama Indoensia yaitu budaya, pariwisata dan yang terpenting adalah kenyamanan. Dimana dalam marketing kenyamanan adalah salah satu faktor yang berperan penting untuk konsumen. Jika didibaratkan Indoensia adalah produsen dan MU adalah konsumennya.
J.W Marriott. Peristiwa ini seakan mengulang kejadian tahun 2003, dimana daerah sekitar hotel ini diledakkan oleh teroris. Dan sekarang ledakan kembali terjadi. Meskipun samapi saat saya menulis ini, belum diketahui darimana dan apa sumber ledakan tersebut. Rasanya percuma saja pemerintah melalui presiden dan para mentri melakukan rapart koordinasi sesusai pilpres. Dimana saat itu pemerintah melalui presiden juga mengikut sertakan Menkopolkam. Bisa kita lihat, situasi setelah pilpres terjadi sebuah penyerangan di Papua yang diduga oleh pemerintah adalah OPM. Disini terlihat jelas bahwa pemerintah seperti tidak siap. Ditambah lagi dengan adanya ledakan yang terjadi di Jakarta hari ini.
Apa pun yang terjadi nantinya kita berharap kondisi bangsa ini stabil. Siapa pun pemerintah yang akan memimpin harus bisa menjaga kestabilan Indoensia. Apa pun itu konteksnya, baik di bidang keamana, ekonomi, sosial atau apa pun, jangan hanya menjadikannya sebagai sebuah pelajaran sebagai negara berkembang yang sedang penuh proses demokrasi, dan dinamika. Jika kita terus belajar, kita tidak akan pernah mencapai pada posisi yang lebih baik. Meskipun pembelajaran itu harus kita lakukan setiap saat.
*Turut berduka untuk bangsa Indonesia.
Artikel ini memiliki: 8 Komentar • Rating 0