Jangan salah paham dulu, saya menulis artikel ini bukan karena saya tidak tahu apa itu konsep 'baik' dan 'jahat', 'good' dan 'evil', 'angels' dan 'demons', dan lain sebagainya, tetapi saya merasa gerah dengan tulisan bung Yudho Pedy (yang dapat dilihat secara lengkap di http://politikana.com/baca/2009/07/08/a-lesser-evil-is-still-evil).
Saya tidak bermaksud menguliahi ataupun mencela agama mana pun, dan saya berani pegang testimoni saya bahwa saya tidak dibayar (mengingat banyaknya tuduhan penulis bayaran belakangan ini, hehehe) untuk menulis artikel ini.
Menurut KBBI (yang cuma dibuka kalau perlu :p), 'baik' didefinisikan sebagai :
1. a elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; 2 a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; 3 a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; 4 a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; 5 v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; 6 a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; 7 a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; 8 p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; 9 p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; 10 n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang;
Dari 10 definisi tentang kata 'baik', hanya ada 1 verba (kata kerja) dan hanya ada 1 nomina (kata benda). Sisanya, terletak di ajektif (kata sifat) dan penerangan (kata keterangan). Dapat saya simpulkan, kata 'baik' pada dasarnya adalah sebuah kata untuk menunjukkan sebuah sifat.
Lalu, saya mencoba kata 'jahat', dan menemukan definisi sebagai berikut :
a sangat jelek, buruk; sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan) : orang itu -- hatinya, suka sekali menghina orang yg tidak mampu;
Saya jujur merasa terkejut dengan betapa 'sederhana' definisi kata 'jahat' dibandingkan dengan definisi kata 'baik'. 'Baik' memiliki 10 definisi, sementara 'jahat' memiliki hanya satu definisi. Ada apa sebenarnya dengan kedua kata ini?
Di era di mana batas-batas moral dan definisi moral mulai kabur, saya juga menemukan pergeseran makna dan pemakluman atas kedua kata ini. Baiklah saya beri sebuah contoh.
Sebut saja namanya Paijo. Paijo tertangkap basah mencuri seekor ayam di kampung sebelah. Apakah tindakan ini 'jahat'? Jawablah pertanyaan saya dalam hati anda masing-masing.
Lalu, setelah ditanyai kanan-kiri, ternyata Paijo mencuri seekor ayam karena ayam Paijo seminggu lalu dicuri oleh pemilik ayam yang dicuri Paijo, dan Paijo mengakui bahwa yang diambilnya itu adalah ayam miliknya yang notabene merupakan haknya. Apakah tindakan Paijo ini 'jahat'? Bagaimana apabila Paijo mencuri ayam untuk membiayai SPP anaknya? Apakah tindakan Paijo ini 'jahat'?
Saya malah jadi makin bertanya-tanya, sebenarnya adakah 'baik' dan 'jahat'? Bukankah kedua kata ini hanyalah sebuah konsep yang dijejalkan ke dalam otak kita oleh orangtua, guru, dan lingkungan mengenai apa yang disebut 'baik' dan 'jahat'?
Saya jadi bertanya-tanya sendiri lagi, mengapa Lao Tze menggambarkan simbol Tao sebagai lingkaran hitam dan putih yang masing-masing memiliki titik hitam dan putih di dalam lingkaran dengan warna yang berbeda?
Ahhh, otak saya pusing. Mohon pencerahan...
(Lihat foto: Sebenarnya, Apa Itu 'Baik' dan 'Jahat'?)
Artikel ini memiliki: 104 Komentar • Menarik +10