Menghitung-hitung mengapa SBY memilih Boediono? Ah, itu sudah basi. Sekarang mari kita hitung jika SBY tak dapat melanjutkan, entah karena alasan kesehatan ataupun alasan ekstrem lainnya. Boediono akan naik menjadi presiden, dan siapakah yang akan mendukung Boediono yang nonpartisan itu? Pasar saham? Dunia internasional?
Menjadi kelemahan dari sistem tata negara kali ini dengan diangkatnya seorang berlatarbelakang nonpolitik di Indonesia. Kesulitan Boediono sangat kasat mata; dengan SBY sebagai satu-satunya perekat Demokrat, sebuah partai berusia muda yang belum mengkaderisasi pemimpin secara strategis itu. Koalisi pendukung SBY juga tak akan mampu direkatkan saat SBY tak ada. Di luar Demokrat, tentu partai-partai besar lain yang [akan] bergabung menjadi oposisi terhadap Demokrat pasti dengan mudahnya membatasi langkah kebijakan Boediono di parlemen.
Sebuah gambaran yang mungkin telah diperhitungkan SBY, namun tentu gambaran ini akan menjadi buram jika Boediono kemudian mengambil langkah politis di luar kebijakan Demokrat. Salah satunya adalah dengan menggandeng oposisi melawan Demokrat. Siapa tahu bukan?
Di saat itu, tentu Boediono menaikkan peringkat menjadi politisi, bukan sekadar sendal jepit. Selamat untuk Anda, Pak.
(Lihat foto: Kalau Boediono Jadi Presiden)
Artikel ini memiliki: 4 Komentar • Menarik +1