Sarapan Politikana : DPT Belum Siap, Injak Rumput GBK, Ngelamar via SMS • penulis: sarapan politikana, 05 Juli 2009 09:21:10 • 4 KomentarBiasa +0

1. DPT Belum Siap

H-3 dari pemilihan presiden, tapi daftar pemilih tetap (DPT) belum juga siap. Bahkan para pengamat memperkirakan sekitar 30 juta pemilih akan kehilangan haknya. Padahal sebelum pelaksanaan Pemilu, seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukan DPT tersebut kepada seluruh kandidat pasangan presiden-wakil presiden dan partai pendukungnya.

Ketidaksiapan KPU mengenai DPT ini bukanlah hak yang pertama. Saat Pemilu legislatif, KPU juga tidak menyiapankan DPT dengan baik. Hingga terjadi banyak penggelembungan suara di sana-sini.

Dan kalau pada pemilihan presiden terjadi masalah DPT lagi, maka kita bisa lihat bila KPU tidak profesional dan tidak belajar dari kesalahannya.

Masalah DPT ini dijadikan headline oleh Koran Tempo berjudul Dikhawatirkan 30 Juta Orang Tak Bisa Memilih, berita Koran Sindo yang meminta DPT Harus Cepat Direspons, dan Media Indonesia yang Waspadai Kecurangan Pemilihan Presiden.

 

 

 

2. Injak Rumput GBK

Ratusan massa kampanye terakhir SBY-Boediono masuk ke lapangan Gelora Bung Karno, akibatnya rumput di beberapa tempat mengering. Pada awal kampanye, petugas keamanan sudah berjaga agar tidak ada simpatisan yang memasuki lapangan.

Namun saat band dan penyanyi penghibur tampil, sebagian simpatisan mulai masuk ke lapangan. Jumlah mereka semakin ketika SBY-Boediono berpidato. Bahkan para simpatisan itu meninggalkan sampah gelas air mineral, bungkus makanan, dan spanduk kandidat di tengah serta pinggir lapangan.

Sebelumnya, calon pasangan presiden-wakil presiden Megawati-Prabowo juga melakukan kampanye terakhir mereka di sana. Dan tidak ada simpatisan yang masuk ke lapangan. Tapi kenapa simpatisan SBY-Boediono masuk ke lapangan ya? Apakah tidak ada arahan dari tim kampanye untuk tidak menginjak rumput? Atau karena mendukung incumbent, makanya para simpatisan itu bisa seenaknya berbuat?

Berita ini diangkat oleh Kompas dengan judul Massa Masuk Lapangan.

 

 

 

3. Ngelamar via SMS

Satu lagi langkah inovatif dari perusahaan layanan telepon seluler, yakni memberi kesempatan pada para pencari kerja untuk mempromosikan dirinya melalui pesan singkat atau short message service (SMS). Si pencari kerja diberi kesempatan melamar pekerjaan dengan mengirim sms sepanjang 160 karakter.

Bila lulus uji tes SMS, mereka akan dipanggil untuk diwawancara. Sayangnya melamar pekerjaan dengan SMS ini baru dilakukan oleh dilakukan oleh perusahaan Teimlo, London, yang juga bergerak di layanan telepon seluler. Wah, kalau perusahaan di Indonesia juga menerapkan hal yang sama enak yah, bisa menghemat ongkos kirim CV. :D

Berita layanan ini ada di Koran Sindo bertajuk Lamar Kerja via Pesan Pendek.

 

 

 

 


Artikel ini memiliki: 4 KomentarBiasa +0

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »