Dalam setiap kampanye, SBY sebagai capres incumbent selalu menekankan pentingnya politik santun, tidak saling menyerang dan mampu memberikan pendidikan politik yang bermartabat pada rakyat. Pernyataan tersebut selalu diulang-ulang oleh SBY dalam setiap kesempatan baik pada acara formal maupun non formal. FOX indonesia, sebagai konsultan politik dan strategi pemenangan SBY juga diberi tugas khusus untuk mempertegas sosok SBY sebagai orang yang santun, flamboyan dan tidak reaktif.
Sayangnya, hingga hari ini ucapan dan tindakan SBY melalui timsesnya ternyata tidak sinkron. Politik santun yang dijadikan jargon dan selalu digembaor-gemborkan oleh SBY ternyata dilapisi oleh banyak topeng. Hari ini bicara politik santun, hari berikutnya menyerang lawan secara membabi buta. Hari ini bicara pentingnya persatuan, hari berikutnya sudah mencabik-cabik persatuan dengan lontaran isu-isu SARA yang sensitif. Belum selesai kasus SARA etnis ARAB, kasus SARA agama ibu Herawati di Medan, dan kembali lewat mulut seorang juru bicara kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng melontarkan isu SARA yang dapat memicu konflik horisontal di Sulawesi Selatan. Entah isu apa lagi yang akan dimainkan oleh timses SBY dalam meraih kemenangan mutlak untuk mempertahankan singgasana kekuasaan nya. Harapan saya SBY segera sadar dan bangun dari mimpi buruknya, selanjutnya segera melepas topeng-topeng tebal yang menutup wajahnya. Kalo hal ini tidak dilakukan, maka boleh jadi rakyat menjadi tidak simpatik lagi dan bersikap apatis. Akhirnya rakyat yang apatis terhadap SBY hanya bisa berkata: "SBY SANTUN, UDAH LUPA TUCH!!!!
Kalo udah begitu siapa yang rugi?
Gambar: Karikatur Pemilu
(Lihat foto: SBY SANTUN, UDAH LUPA TUCH...!)
Artikel ini memiliki: 12 Komentar • Lucu +3