Mao Zedong, Bapak Bangsa yang Dihargai tapi Tidak Dipuja • penulis: Shouen, 02 Juli 2009 02:09:30 • 41 KomentarMenarik +10

Mao Zedong, atau kadang dieja sebagai Mao Tse-Tung, dilahirkan pada tanggal 23 Desember 1893 di kota Shaoshan, sebuah kota kecil di Propinsi Hunan, Cina Selatan. Beliau dikenal sebagai Bapak Bangsa PRC, karena beliau dianggap sebagai pendiri PRC dan pemimpin pasukan Partai Komunis Cina memenangi perang saudara antara PKC yang sosialis dan Kuomintang yang nasionalis, dengan hasil PKC menguasai seluruh daratan Cina termasuk HongKong dan Macau, sementara KMT menguasai pulau Formosa, yang lebih dikenal dengan sebutan Taiwan.

Mao memimpin pengikutnya dan anak buahnya melawan KMT dengan dalih bahwa KMT adalah musuh, seperti Amerika dan Jepang adalah musuh. Dengan penguasaan PKC terhadap media, propaganda semacam ini sangat mudah dilakukan, apalagi dengan tingginya angka buta huruf dan rendahnya pendidikan di masa itu (1949) dan kebanyakan penduduk di Cina Selatan adalah buruh dan petani, propaganda melawan KMT sangat mudah dilakukan, apalagi dengan adanya fakta bahwa KMT dibantu oleh Amerika dalam perang sipil dengan PKC ini. Semangat bahwa bangsa Cina bisa berdiri di kaki sendiri (sesuatu yang juga didengung-dengungkan oleh Bung Karno) dikobarkan melalui propaganda PKC. Dan akhirnya, Cina pun dikuasai penuh oleh PKC dan menjadi negara yang berdaulat.

Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Mao semasa ia memerintah terkadang dapat dikatakan ekstrim. Revolusi Kebudayaan yang dilakukan semasa akhir pemerintahannya menelan korban ratusan ribu, bahkan jutaan jiwa manusia. Kelaparan hebat juga terjadi di Cina di mana ratusan ribu petani mengalami gagal panen dan akhirnya jutaan petani dan anak-anak mati kelaparan. Tetapi Mao juga berhasil membangun sebuah Cina yang solid, Cina yang bersatu, dan sebuah Cina yang pada akhirnya berhasil menjadi raksasa ekonomi dunia.

Publik Cina selalu mengingat Mao sebagai Bapak Bangsa, sama seperti kita mengingat Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Founding Fathers Indonesia. Tetapi, apa yang membedakan Indonesia dengan Cina adalah tidak semua pemuja Soekarno mengakui kesalahan Soekarno dan menerimanya sebagai bagian dari sejarah, sementara di Cina, publik menghargai Mao dengan memajang gambarnya di Tiananmen Square dan mendirikan patungnya di depan universitas-universitas dan sekolah-sekolah. Foto Mao pun dibuat menjadi suvenir, seperti kaus, jam, kartu, pin, dan sebagainya. Karya-karya sastra dan militernya pun masih dibaca semua orang, bahkan menjadi salah satu literatur klasik.

Kadang, sebagai orang asing yang bahkan tidak tahu apa-apa mengenai PRC, kita sering menganggap bahwa ada sebuah kultus terhadap pemimpin bangsa besar ini. Padahal, sebenarnya kultus itu sudah hilang tertelan jaman dan arus modernisasi yang dibawa oleh Deng Xiaoping dengan kebijakan "buka pintu" darinya. Mao tetap hidup dalam ingatan bangsa Cina sebagai Bapak Bangsa yang hebat, tetapi tetap melakukan kesalahan di masa akhir pemerintahannya.

 

 

Gambar diambil dari Google Images dan Wikipedia, gambar patung Mao adalah milik dari Fudan University, Shanghai.

(Lihat foto: Mao Zedong, Bapak Bangsa yang Dihargai tapi Tidak Dipuja)


Artikel ini memiliki: 41 KomentarMenarik +10

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »