Saya bingung setengah mati sama orang yang memilih untuk golput. Mereka bilang golput itu pilihan. Mereka bilang golput itu sesungguhnya bukan lambang ketidakpedulian atas adanya demokrasi, tapi lambang ketidakpuasan atas kinerja pemerintah yang buruk. Saya bilang, alasan itu cuma jadi pembenaran mereka yang tidak bisa membuat keputusan.
Saya lahir Juni 1992. Saya sudah punya KTP tahun ini, tapi saya tidak masuk ke dalam daftar pemilih. Saya ingin sekali ikut memilih, ikut serta dalam pesta demokrasi lima tahun sekali ini. Tapi saya tidak bisa. Karena itu saya bingung sekali dengan orang yang bisa memilih, tapi lalu memilih tidak memilih alias golput.
Menurut saya, golput adalah kata yang memperhalus apatis. Orang-orang yang memilih golput berarti malas mencari informasi tentang pilihan yang ada. Mereka bilang pilihannya tidak ada yang bagus. Saya bilang, di antara pilihan yang ada pasti ada yang paling baik. Pertanyaan yang muncul, mau tidak mereka mencari tahu pilihan mana yang terbaik?
Artikel ini memiliki: 9 Komentar • Biasa +3