Lama tidak membuat tulisan di PolitikAna dan cuma jadi pembaca setia (kadang kasih komen juga sih). Akhirnya gatal juga untuk nulis lagi di sini.
Kegatalan ini muncul tiba-tiba setelah membaca artikel di kompas.com tentang BEM seJabotabek yang menyatakan dukungannya pada salah satu capres. Duh...
Banyak pertanyaan mendera pikiran ini.
Benarkah ini BEM seJabotabek secara keseluruhan atau hanya "oknum" saja? Karena sering terdengar sebuah organisasi yang "dilacurkan" oleh sebagian anggotanya (biasanya justru yang berada di tingkat elit). Apa yang terjadi kemarin di tubuh KAMMI adalah salah satu contoh terbaru.
Jika memang sebagai organisasi, bagaimanakah reaksi para anggotanya? Akankah para mahasiswa yang menjadi "rakyat" dalam BEM menyetujui atau justru sebaliknya? Atau malah nasib BEM akan seperti KAMMI?
Etiskah BEM seJabotabek menyatakan keberpihakannya dalam pilpres kali ini? Bagaimana pertimbangan untung dan ruginya bagi organisasi? Jika capres jagoannya menang, mampukah BEM seJabotabek ini tetap menjaga kekritisannya?
Terus terang saya memang tidak banyak tahu. Saya juga bukanlah bagian dari gerakan mahasiswa. Tapi saya sedih jika mahasiswa yang (masih) banyak diharap menjadi kekuatan penyeimbang justru kehilangan independensinya. Bukan tidak mungkin sebentar lagi akan kehilangan integritasnya.
Mungkin ada rekan PolitikAna yang bersedia memberikan jawaban atas pertanyaan di atas untuk saya. Atau mungkin saya yang salah menggundah? Atas kebaikannya saya ucapkan terima kasih...
Gambar : matanews.com
(Lihat foto: BEM & dukung-mendukung capres)
Artikel ini memiliki: 16 Komentar • Lucu +1