Belakangan ini kita sering mendengar retorika politik hambar yang bercampur dengan janji-janji klise. Kata-kata "Sejahterakan rakyat", "Mengabdi kepada rakyat" atau "Perangi korupsi" hampir menjadi refrain lagu usang yang selalu diucapkan oleh setiap capres/cawapres. Pertanyaannya, apakah mereka sungguh-sungguh dengan apa yang diucapkan? Bagaimana kita tahu bahwa mereka tidak mengucapkan slogan dan janji kosong belaka? Selain menggunakan instrumen polygraph atau lie detector tentunya. Are you political deception fool proof?
Ada sebuah website menarik http://www.truthtest.org yang bertujuan untuk "mempersenjatai" warga negara agar terhidar dari muslihat dan manipulasi politik, yang kerap digunakan politikus untuk menuai dukungan rakyat yang dikelabuhinya. Berikut adalah misi gerakan mereka:
Our mission is to combat political deception by arming citizens with the Truth Test - a simple four question test designed to tell whether a political statement is truth or deception.
Dalam The Truth Test tersebut ada empat pertanyaan fundamental, anatomi argumen yang utuh, pengenalan logical fallacies yang biasa digunakan politikus, sampai konsep The Pyramid of Political Deception. Lalu apa saja empat pertanyaan itu dan bagaimana cara kerjanya? Silahkan lihat overview dokumen mereka berikut:
Atau jika Anda ingin membaca dokumen detilnya:
Tugas negara sejatinya adalah melakukan riayah atau pelayanan kepada rakyat. Namun seringkali hal ini hanya menjadi slogan dan janji-janji kosong belaka. Rakyat pun akhirnya hanya diperalat dengan berbagai strategi dan rekayasa opini yang canggih. Sudah saatnya rakyat "dipersenjatai" pemikirannya agar terbebaskan dari siasat politik yang membius mereka.
(Lihat foto: Antara Kampanye dan Political Deception)
Artikel ini memiliki: 8 Komentar • Bagus +5