Pencurian fasilitas umum • penulis: Retno I Palupi, 19 Juni 2009 11:25:49 • 17 KomentarPenting +7

Belum lagi sebulan operasi jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura berjalan, kita sudah disuguhi berita mengenai pencurian puluhan mur di pagar pelindung jembatan, beberapa baut dan mur rambu lalu lintas, dan lampu penerangan jalan. Tidakkah para pelaku memikirkan bahaya ambruknya jembatan tersebut.

Kejadian di atas memang bukan sesuatu yang baru. Rel kereta api pun tak luput dari pencurian tangan-tangan jahil yang membahayakan ratusan penumpang kereta api. Masih beruntung, hilangnya besi-besi rel kereta diketahui petugas. Bila tidak, tentu kereta api akan keluar jalur rel dan mengakibatkan kecelakaan besar.

Halte-halte busway yang awalnya sangat nyaman sebagai tempat menunggu kedatangan busway sekarang pun tak terasa nyaman lagi, lantaran rusaknya pintu otomatis halte. Bahkan jembatan penyeberangan yang menghubungkan halte busway tak kalah memprihatinkan. Lempengan besi sebagai sarana pejalan kaki ada yang dicuri, sehingga pejalan kaki harus berhati-hati menghindari lubang agar tidak terperosok.

Fasilitas umum yang belum terpakai pun sering rusak atau dicuri oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Contohnya halte-halte busway yang disiapkan untuk koridor baru, sudah rusak atau beberapa bagiannya telah dicuri, padahal belum juga dipergunakan. Membicarakan kerusakan ataun pun pencurian fasilitas umum memang tak pernah ada habisnya.

Kita pun sering bertanya-tanya mengapa masyarakat tidak mau turut menjaga fasilitas yang ada. Padahal mereka juga yang diuntungkan dengan fasilitas tersebut. Bila fasilitas umum terawat baik, tentunya penghematan. Hanya memerlukan dana perawatan khusus. Tak diperlukan lagi pengeluaran khusus bagi proyek pengadaaan maupun perbaikan fasilitas jalan.

Tidak tegasnya tindakan petugas terhadap perbuatan kriminal tersebut tentu sangat disayangkan. Ini bisa mengakibatkan para pelaku menganggap enteng sanksi hukum. Namun, yang lebih membahayakan bila ada aparat yang mengamini pencurian tersebut dan menganggap hal tersebut bagi keuntungan pribadi atau kelompok. Kok bisa? Karena tentunya adanya fasilitas yang rusak atau hilang memerlukan dana baru. Berarti ada proyek baru.

Jangan sampai juga rakyat berpikir bila korupsi besar saja dibiarkan, dan pengusutannya tak tuntas, maka mereka berpikir tak ada salahnya mengambil sedikit fasilitas umum demi alasan ekonomi.  


Artikel ini memiliki: 17 KomentarPenting +7

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »