Akhir-akhir ini sedang musim orasi, baik yg dilakukan oleh capres dan cawapres maupun oleh Manohara di atas kap mobil. Jelas beda, mereka berorasi dgn tujuan mereka masing-masing.
Ada hal yg menarik buat saya. Ternyata orasi jangan asal orasi menyuarakan hati. Pilihlah kata yang tepat! Seperti yg dilakukan Manohara bbrp waktu lalu. Boleh sih acara ujan-ujanan dan nyembul diatas mobil dgn atribut nasionalisnya. Mantap. Tapi semua BUYAR saat dia sebentar bentar bicara " Mano merasa...." " Mano ini...." "Mano itu....." " seperti Mano....."
Gak ada yg salah. Cuma lebih baik gunakanlah kata ganti orang pertama tunggal (saya, aku, kami, kita) yg mungkin lebih enak didengar. Jangan gunakan nama panggilan atau nama kecil di rumah. Hal ini mungkin hanya faktor umur dan pendidikan. Namun orasi yg demikian jadi "piye gitu rasanya" klo didengar.
Coba klo hal yg demikian juga dilakukan oleh Capres dan Cawapres. Mungkin seperti ini
1." Mee (misal nama kecilnya Megawati) merasa kinerja KPU kurang netral"
2." Jika terpilih kembali Bams (misal nama kecil S Bambang Yudhoyono)akan...."
3. Ucup punya pantun " bunga seikat hati tertarik,lebih cepat lebih baik" (misal nama kecil Jusuf Kalla)
* maap ya nama kecilnya asal-asalan*
Artikel ini memiliki: 3 Komentar • Lucu +3