Judul di atas merupakan plesetan (denganmu!) dari Scarlet O'Hara. Kalau pada akhirnya saya membahas Manohara Pinot, biarkan saja, ya.. Habis.. melihat drama kepulangannya ke Indonesia, pertama-tama sih saya hepi banget tapi lama kelamaan saya kok jadi negative thinking sama ibu beranak ini. kayaknya ada secret yang mereka simpan, dan cuma mereka yang tau.... nah, jadilah saya asal-asalan kasih judul ini.
Waktu kehebohan pertama dimulai, saat ibu Daisy kehilangan kontak dengan Mano, saya ikut bersedih atas apa yang dialaminya. Tapi kemudian karena media mengekspos berita itu secara berlebihan, saya malah jadi muak. saya berpikir, kalau seluruh ibu para TKW yang disiksa di Malaysia bersama-sama "ngadu" ke media, bisa dibayangkan betapa hebohnya! (Tapi atau mungkin juga tidak terlalu heboh, mereka kan bukan selebritis dan mantu raja..).
Lain dulu lain sekarang. Dulu ibu Daisy mungkin berpikir anaknya seperti Cinderella yang diboyong pangeran ke istananya. Dia rela memberikan anaknya yang masih ABG untuk dinikahi pangeran Kelantan dengan harapan mereka bisa life happily ever after. Tapi it's not another Cinderella story, sekarang ibu Daisy mungkin sebel banget sama yang namanya Fakhri itu.
Pada akhirnya, Mano bisa melarikan diri dan kembali ke Indonesia dengan bantuan dari kedutaan Amrik dan polisi Singapura. Versi mano sih bilangnya, KBRI di Malaysia dan di Singapura tidak bantu apa-apa. Masih versi Mano, bahkan KBRI mau disuap pihak kerajaan.
Saya lega akhirnya Mano bisa kembali ke pelukan mamanya karena saya pikir berita ini akan segera berakhir dan Mano bisa melanjutkan hidupnya dengan tenang. Tapi saya salah. Infotainment malah semakin menjadi-jadi memberitakannya dan Mano makin gemar menceritakan persoalan hidupnya di berbagai wawancara termasuk di talk show-talk show.
Semuanya Mano ceritakan tanpa ada perasaan traumatik yang berarti. Padahal.. wow.. dia bilang dirinya disilet-silet, dipaksa berhubungan badan, disuntik penenang yang bikin berat badan naik 4 kilo dalam 10 hari, dan berbagai abuse lainnya. Mungkin kalau wanita lain yang dibegitukan, dia sudah tidak bisa berkata-kata dan siap dimasukan ke RSJ kali ya.
Di luar itu penyiksaan itu, ia menceritakan tentang bagaimana susahnya dia hidup: terpenjara di kamar dan mengumpulkan uang dari berjualan kue tapi setiap kesempatan dia harus tetap tersenyum di media. Dia juga menjelek-jelekkan KBRI, seolah-olah pihak KBRI benar-benar tutup mata akan persoalannya.
Yang paling penting dari semua ceritanya, Mano bilang dia tidak terima dengan segala perlakuan suaminya dan akan membawa perkara ini ke jalur hukum. Langkah pertama yang akan diambilnya adalah visum untuk modal tangible evidence yang akan di serahkan ke pihak berwajib. Oh, baiklah kalau begitu.
Tapi apa? Sampai sekarang alih-alih menjalankan visum, dia malah masih asik cerita sana cerita sini. Aduh Mano, kamu tau ngga sih... Kalau luka kamu sudah sembuh dan tidak terdeteksi sebagai luka lama lagi di pemvisuman, kamu tuh kehilangan barang bukti... Lagian, kamu menjelek-jelekkan KBRI gitu, kalau tidak terbukti, kamu bisa disomasi loh...
Gara-gara ini, saya jadi berpikir, benar tidak ya, semua yang diceritakan Mano. Hanya Mano dan mamanya yang tahu. Inilah The Secret of Manohara. Seperti yang kita tahu, tanjakan akan terlihat menjadi turunan jika kita melihat dari sisi atas. Pasti pihak kerajaan, terutama Fakhri punya cerita lain lagi tentang Mano. Tidak akan ada asap bila tidak ada api bukan?
Yang jelas, dari segala sesuatu, kita harus ambil hikmahnya. Manohara kan sudah terlanjur tenar di Indonesia dan kehidupan tuan putri yang idealnya sudah runtuh. Mana wajahnya cantik lagi, umur juga masih muda. Lalu sudah terbiasa akting tersenyum walau hati perih. Nah, saran saya, Mano jadi pemain sinetron saja. Gajinya kan fantastis. Jadi tidak perlu lah jadi mantu raja untuk dapat kaya raya. In My Humble Opinion lho, Dik Mano.
Artikel ini memiliki: 23 Komentar • Lucu +10