Jualan Jilbab • penulis: Krisnaji, 30 Mei 2009 15:12:23 • 19 KomentarMenarik +8

Isu jilbab mengemuka menjelang Pilpres 2009. Kubu SBY-Boediono 'diserang' lantaran istri-istri mereka tidak mengenakan jilbab. Soal jilbab ini, Partai Demokrat meminta agar agama tidak menjadi 'jualan' politik.
"Apakah itu (jilbab) ada pengaruhnya dengan elektabilitas SBY, kami tidak menghitung angka elektabilitas SBY. Tetapi yang kami inginkan agar tidak menjadikan agama sebagai bahan jualan," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam jumpa pers di Bravo Media Center (BMC), Jl Teuku Umar, Jakarta.

Sebagai informasi, hendaklah diperhatikan bahwa Permasuri kerajaan Yordania, isteri presiden Assad dari Syria, Isteri presiden Mubarak Mesir, sebagian wanita anggota parlemen Kuwait, wanita-wanita pengawal pribadi Muamar Qadafi (Libia) semua mereka ini tidak berjibab sekalipun beragama Islam, entah siapa lagi diantara wanita atau isteri orang-orang peting disana yang tidak berjilbab. Rupanya orang Arab sendiri tidak begitu merepotkan diri dengan jilbab, tetapi Indonesia selalu heboh. Apa sebabnya?

Kami mengimbau agar tidak menggunakan simbol-simbol agama maupun politisasi agama baik pada siapa pun diantara para kompetitor pemilihan presiden agar menjaga kemurnian agama. Dalam hal apa pun, baik simbol maupun syariat agama harus ditempatkan di posisi yang terhormat. Tujuannya, agama yang di posisi terhormat tersebut tidak turun derajatnya hanya untuk kepentingan jangka pendek. Seperti yang selama ini didemonstrasikan oleh para partai-partai penjual agama seperti PKS.

Ini juga bisa merusak pluralisme dalam kehidupan negara dan ke-bhinneka tunggal ika-an

Note: Ini postingan perdana saya di jagat politikana ini, semoga bisa diterima dan dapat menjadikan kita mawas diri

(Lihat foto: Jualan Jilbab)


Artikel ini memiliki: 19 KomentarMenarik +8

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »