Tas Bintang Merah Pemicu Protes • penulis: mpokb, 27 Mei 2009 10:11:26 • 2 Berita Foto • 4 KomentarMenarik +2

Pertimbangan apa yang Anda buat ketika membeli sebuah tas? Kalau saya sih, apa pun barangnya, cenderung memilih berdasarkan fungsi. Terus terang, saya kurang paham trend fesyen, tapi juga tidak menolaknya sejauh tidak mengganggu kenyamanan sehari-hari. Begitu pula ketika saya membeli tas kurir ini. Ukurannya pas, warnanya pas, modelnya apalagi, banyak kantong sisipan untuk pernak-pernik. Ketika pertama kali melihatnya, saya langsung jatuh cinta. Pada modelnya, juga pada harganya yang "cuma" Rp. 75.000. Alasan ketertarikan terhadap tas ini sulit dijelaskan. Bagaimana menjelaskan selera seseorang?

Saya lupa tempo hari mau googling apa, ternyata yang ketemu malah berita basi ini. Tentang Cameron Diaz yang mendapat kritik pedas lantaran muncul di Peru sambil mengenakan tas bermodel serupa. Di Peru, perang saudara yang melibatkan kelompok Maois Sendero Luminoso ("Jalan Terang") telah menewaskan dan menghilangkan sekitar 70.000 orang. Tidak heran kalau Nona Diaz yang datang ke Peru untuk promosi film dianggap tidak sensitif dan melukai hati keluarga para korban. Kisah selanjutnya, Nona Diaz pun minta maaf secara resmi dan menyatakan tidak bermaksud apa-apa dengan mengenakan tas yang dibelinya ketika melancong ke RRC itu. Yah, dasar Nona Diaz sedang apes.

Lantas, apakah setelah membaca berita itu, saya jadi urung mengenakan tas ini? Bintang merah. Tulisan dalam aksara Cina yang berarti "Melayani Rakyat". Dalam hal ini, saya anggap si bintang merah dengan sendirinya sudah melayani rakyat dengan menjadi ikon yang bisa diperjualbelikan. Konsumen kebanyakan semacam saya, yang "tahu" tapi "tidak tahu", sebetulnya tidak berharap lebih dari sebuah tas selain fungsinya sebagai pemenuhan atas kebutuhan dan selera. Perempuan Hong Kong yang melayani saya di tokonya tentu tidak peduli apa ideologi pembeli barang-barang bergambar bintang merah atau Ketua Mao, bahkan tidak peduli si pembeli berasal dari mana selama mereka membayar dengan mata uang yang dikenalnya, yaitu dolar Hong Kong.

Tidakkah saya peduli pada korban yang jatuh akibat sekelompok orang yang membabi buta membela ideologi? Haruskah saya takut dianggap mendukung sesuatu yang oleh sebagian kalangan dianggap berbahaya? Saya justru heran, kalau kita merasa yakin akan sesuatu yang menjadi pegangan hidup, mengapa harus takut pada sesuatu yang tidak sama dengan keyakinan kita? Lagi pula, dari semuanya itu, apa hubungannya dengan tas saya? Akan jadi aneh kalau tiba-tiba sebuah komoditas, barang seharga 75 ribu perak, dianggap mewakili ideologi seseorang. Bagaimana pendapat Anda? Ada yang punya tas bergambar Burung Garuda?

 

Catatan :

1. Foto Cameron Diaz dicomot dari sini

2. Posting ulang dari sini

(Lihat foto: Tas Bintang Merah Pemicu Protes)


Artikel ini memiliki: 2 Berita Foto • 4 KomentarMenarik +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »