militer, bukan pilihan utama • penulis: zeamays, 18 Mei 2009 21:29:08 • 3 KomentarBiasa +0

sosok calon pemimpin negara ini telah ditentukan oleh partai-patai pemenang pemilu legislatif 2009. dan telah kita ketahui bahwa semua unsurnya mengandung kata "militer".

ada hal mendasar kenapa sosok militer masih dijadikan pillihan sebagian besar rakyat indonesia. mereka (masyarakat) memandang bahwa sosok dari militer mempunyai intelegensia yang bagus dan sosok yang dapat mengendalikan semua permasalahan dalam tindakan yang efektif karena dinilai mempunyai mental kuat dan tidak sembarangan bertindak.

hal ini sebenarnya merupakan sugesti masyarakat belaka, tidak semua tokoh militer dapat bertindak seperti itu. mungkin pendidikan militer awalnya dapat membentuk karakter seorang pemimpin, tapi apakah dengan pendidikan itu mereka "memihak rakyat?"

trauma pada saat militer orde baru mungkin masih dirasakan oleh masyarakat, tapi apakah semua milter seperti itu? mungkin dari sugesti di atas, sosok militer yang benar-benar menjunjung leadership dan kompetensi masih ada,tapi kita juga harus teliti dalam memilihnya. karena perpolitikan didunia ini masih sangat tidak sehat. banyak sekali fitnah-fitnah yang tersebar atau mungkin sebuah kebenaran yang masih buram. potret militer negara ini masih terasa sangat mendominasi dunia pemerintahan walaupun setelah orde baru militer tidak dapat menduduki dunia perpolitikan secara langsung tapi kenyataannya sampai sekarang militer masih sangat bercampur.

akan tetapi disamping semua itu, kepercayaan masyarakat sebenarnya merupakan hal yang sangat penting yang tidak bisa diganggu gugat. saatnya masyarakat bebas memilih tanpa paksaan tanpa ancaman sedikitpun seperti masa-masa orde baru. dan kita hanya bisa berharap semoga dengan calon-calon pemimpin militer yang telah dipilih oleh pertai-partai terkait dapat memenuhi permintaan rakyat indonesia dan dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik dan disegani di dunia.


Artikel ini memiliki: 3 KomentarBiasa +0

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »