Tadi pagi iseng-iseng aku membeli koran monitor. Awalnya aku tertarik dengan judul "Banteng Lapar Numpang makan". Setelah aku buka-buka isi koran tersebut ternyata didalamnya ada laporan khusus mengenai Revolusi Diam Jendral Pensiunan yang merupakan tim sukses SBY dalam pemenangan PEMILU tahun ini yang akan mengangkat kembali SBY menjadi orang no.1 di Indonesia. Selain itu, ada pula berita tim sukses dari JK yang juga bertugas untuk menjadikan JK orang no.1 di Indonesia.
Aku tidak mau membahas lebih lanjut isi berita tersebut. Aku hanya heran saja, sebetulnya PEMILU ini untuk apa dan untuk siapa? Mengapa pada saat jelang PEMILU semua pro ke rakyat... semua mengatasnamakan rakyat... PEMILU adalah untuk perubahan nasib rakyat. Dimana sebetulnya letak mengatasnamakan rakyat tersebut jika yang terlihat saat ini hanya untuk kepentingan penguasa saja.
Bukan tanpa kepentingan,orang-orang yang tergabung dalam tim sukses baik yang dipihak SBY maupun pihak JK. Apalagi, orang-orang yang terabung dalam tim sukses itu adalah yang dulunya para petinggi negara dan para pengusaha. Kalau sepeti ini, apa ini yang disebut mengatasnamakan rakyat??? Untuk apa mereka semua mensukseskan SBY maupun JK, kalau bukan untuk melancarkan bisnisnya.
Lalu dimana letak mengatasnamakan rakyat? Yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya. Saat ini semakin banyak saja pengemis dan pengamen jalanan. Semakin banyak orang bunuh diri karena stres menghadapi hidup ini. Semakin banyak orang yang di PHK dari pekerjaannya. Semua ini tanggung jawab siapa??
Dimana Pemerintah?? Kenapa yang diatas hanya sibuk membuat undang-undang, adahal yang dibawah menjerit-jerit karena lapar.Kenapa mereka tidak turun ke bawah membagi-bagikan uang pribadinya untuk kesejahteraan rakyat dari pada dipakai untuk sogok sana sini untuk melancarkan usahanya.
Memang sudah seharusnya ada pendidikan politik buat rakyat, agar tidak ada lagi yang dibodoh-bodohi lagi oleh penguasa. Sudah saatnya yang memang memiliki ilmu dan peduli kepada rakyat, untuk mengajarkan, memberikan pencerahan untuk kehidupannya. Agar rakyat memahami, mereka memilih Pemimpin yang betul-betul peduli dengan rakyatnya.
Artikel ini memiliki: 6 Komentar • Bagus +3