Ekonomi Kerakyatan itu Apa? • penulis: ace, 13 Mei 2009 21:51:29 • 6 KomentarMenarik +1

Democracy is the road to socialism.
Karl Marx

Saya sedang berusaha belajar ekonomi dan tampaknya tidak terlalu berhasil. Mungkin karena saya memang masih kurang sukses secara ekonomis.

Calon presiden saya (semua) bikin bingung. Sekarang mereka sedang kampanye dan lagunya semua tentang ekonomi kerakyatan. Mimpinya itu jelas dan lagunya meriah – kalau boleh mengutip Mas Iman Brotoseno - Karena tak ada yang bisa menghalangi kekuasaan kedaulatan rakyat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, Res Republica. (bentuk ejaan latin sesuai kutipan aslinya).

Text latinnya, biasanya di kutip sebagai Res Publica, sepengetahuan saya diterjemahkan dalam konteks kepemimpinan dan administrasi publik. Dalam perkembangannya, kemudian menjadi asal kata Republik dan jadi gagasan besar tentang model kepemimpinan masyarakat yang berdaulat dan beradab.
Mungkin saja saya salah karena saya tidak pernah sekolah bahasa latin.

Problemnya saya sederhana, para calon presiden sekarang ini, selalu sibuk menyanyi lagu Kerakyatan itu tanpa ada elaborasi lebih jauh. Tidak jelas seperti apa ekonomi yang ‘berpihak pada rakyat’ atau ekonomi yang ‘berdaulat’. Seperti bidadari, cantik dipandang dan enak didengar, tapi gagal disentuh.

Contoh yang sering digunakan, (oleh Mas Iman dalam tulisan di atas) baik oleh Pak Prabowo dan Ibu Mega, biasanya mengutip Cina, Singapura, Malaysia, Rusia, atau malah Venezuela dan Tuan Chavez yang selalu baik memang retorikanya.

Agak limbung buat saya illustrasi idealnya karena contoh di atas itu jadi jauh dari model Res Publica tadi. Apakah harganya sebuah ekonomi yang (katanya) maju itu harus dibayar dengan menggadai kedaulatan dan kebebasan individu?

Sedihnya ekonomi dalam dekade terakhir itu bisa dilihat sebagai dosa deregulasi, tapi saya akan cenderung mempelajarinya sebagai sebuah contoh buruk pertumbuhan yang dibangun di atas logika berantakan dan preferensi elit, yang memang suatu saat akan rubuh dan harus dibangun ulang.

Hutang luar negeri dan kurs mata uang dianggap sakral dan disamakan dengan ‘kedaulatan’. Apa buruknya hutang?

Yang buruk (dan yang terjadi) itu ngemplang hutang, dan itu dimana mana selalu buruk. Kurs mata uang yang dijaga dan dijamin oleh uang hilang itu namanya penipuan, negeri ini membayar hutang rakyatnya, karena mereka lalai dan pemimpinnya maling.

Mungkin memang saya terlalu bodoh dan suka terjerumus dalam pertanyaan sederhana, tapi Ekonomi Kerakyatan Itu Apa??


Artikel ini memiliki: 6 KomentarMenarik +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »