Bagaimanapun, sebagai non muslim (bahkan menjurus atheis), saya tetap merasa mempunyai hak berpolitik yang sama dengan warga negara lainnya, apapun itu agamanya. Namun saya terkejut ketika pertama kali membuka Politikana yang notabene adalah tempat kumpulnya peminat politik Indonesia dan mendapati wacana seputar kekhilafahan. Terlepas dari pro kontra ideologi yang berasal dari peradaban Islam ini, jujur saya (dan mungkin non muslim lainnya) merasa terancam kehidupan bermasyarakatnya di masa mendatang.
Yang pro dan kontra khilafah sibuk berargumen seputar ideologi tersebut seolah tidak melihat bahwa ada umat beragama lain yang leluhur dan keturunannya juga ikut berjuang untuk negara ini. Dimana semangat toleransi beragama yang selama ini selalu diajarkan sebagai budaya asli Indonesia? Bahkan dunia Barat menganggap Indonesia adalah role model dari kerukunan umat beragama dunia, dimulai dari masuknya Hindu, Budha, Islam dan terakhir Kristen tidak pernah mencatat kekerasan agama sebagai bagian dalam sejarah Indonesia.
Dan beberapa dekade terakhir, kita mulai melihat bagaimana keberagaman agama mulai dicederai dengan banyaknya kerusuhan agama dan kekerasan terhadap umat beragama di Indonesia. Mulai dari perusakan tempat ibadah, diskriminasi dalam pemerintahan (mungkin banyak yang belum tahu) dan beragam polah kefanatikan agama yang berakibat pada rusaknya hubungan bermasyarakat dan keresahan yang dialami oleh para non muslim.
Kembali ke khilafah, sebagai non muslim, saya jelas-jelas akan menentang jika sistem dan ideologi (atau apapun namanya) khalifah ini diterapkan di Indonesia. Tidak perlu berdebat panjang lebar mengenai untung rugi/baik buruk sistem ini, karena pasti sistem ini hanya akan membuat jurang perbedaan antara Islam dan non muslim semakin besar. Dan implikasinya akan sangat besar terhadap eksistensi para non muslim dalam berbangsa dan bernegara di Republik ini.
Di satu sisi saya salut dengan keberhasilan para khilafers untuk mengeksplore dan mepertahankan khilafah sebagai ideologi baru tujuan mereka. Namun di sisi lain, khilafah adalah ancaman!
Dari berbagai komentar yang sering saya sampaikan, saya selalu membidik Islam untuk perdebatan seputar khilafah ini. Mengapa? Karena sampai ubanan pun berdebat seputar khilafah ini, para khilafers akan susah bergeming dari niatnya, sebab agama lah yang menjadi pijakan mereka. Yang debat pun seolah-olah hanya berputar-putar seputar logika-logika dari dalil dan hadits yang mereka sendiri masih belum yakini dengan baik dan masih harus diperdebatkan keabsahannya. Itu sebabnya, Islam lah yang akhirnya menjadi bidikan saya.
Ya.. saya setuju dengan tulisan Kita butuh Empati yang juga berhasil membidik agama sebagai jalan untuk memperbaiki diri, bukan untuk merusak kemanusiaan.
(Lihat foto: Mengapa Harus Membidik Agama?)
Artikel ini memiliki: 23 Komentar • Lucu +2