Dibalik Panggung Politik Indonesia : Apakah Mereka Benar-Benar Ada? • penulis: Irfani Latif, 03 Mei 2009 22:40:24 • 13 KomentarMenarik +6

PROLOG :

"Give me control of a nation's money supply, and I care not who makes its laws"

( Mayer Amschel Rothschild-Founder of Rothschild Banking Dynasty )

 

Minggu pagi tadi ketika saya lari-lari di sekitar Taman Lapangan Banteng, Jakarta, mata saya tertarik pada sebuah poster  besar bertuliskan "HENTIKAN PRIVATISASI BUMN" di pagar sebuah  gedung milik pemerintah. Membaca tulisan tersebut saya jadi teringat salah satu film dokumenter favorit saya,  ZEITGEIST : THE MOVIE (2007 : Peter Joseph).

 

Dalam film tersebut, khususnya di "Part II : All The World's A Stage" dan "Part III : Don't Mind The Man Behind The Curtain" diceritakan bagaimana kejadian-kejadian besar politik dunia sebenarnya adalah hasil dari sebuah konspirasi para bankir internasional dan agen-agennya. Keterlibatan bankir-bankir itu tidak terlihat secara langsung, karena yang terjun ke lapangan adalah agen-agennya yang bisa saja merupakan elit politik, elit militer, dinas intelejen pemerintah, maupun pengusaha besar.

 

Lebih lanjut, film tersebut menguraikan bagaimana keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia I adalah sebuah rekayasa semata. Kapal Penumpang RMS Lusitania milik USA sengaja dikirim  melewati wilayah Jerman agar dibom, sehingga memicu rakyat USA untuk berperang, padahal sebelumnya warga USA sama sekali tak mau terlibat dengan PD I.

Begitu pula dengan Perang Dunia II, serangan Jepang ke Pearl Harbour yang sebenarnya sudah diketahui pemerintah USA, namun dibiarkan saja. Insiden Teluk Tonkin yang menyeret Amerika di Perang Vietnam juga merupakan sebuah hasil konspirasi. Bahkan peperangan sengaja diperlama, karena dengannya para bankir internasional itu bisa memperoleh keuntungan dari penjualan senjata dan utang pemerintah kepada The Fed (milik para bankir internasional) akan semakin menggelembung.

 

Kejadian politik besar dunia hasil konspirasi terbaru 'mereka' adalah Tragedi WTC 9/11 (2001), yang dengan dalih 'Perang Melawan Terorisme'-nya, Bush melakukan invasi ke Afghanistan dan Irak. Film ini memberikan berbagai bukti bahwa Tragedi WTC 9/11 tersebut adalah sebuah "Insider Job", kejadian yang sengaja dirancang Pemerintah. Di bagian film juga ini memutar percakapan seorang bankir bernama N. Rockfeller kepada temannya, 11 bulan sebelum peristiwa WTC 9/11 :

"Akan ada sebuah kejadian, Aroon..."

"Kita akan pergi ke Afghanistan..."

"Kita akan pergi ke Irak..."

"Untuk mengambil minyak dan mendirikan pangkalan militer di Timur Tengah..."

 

Saya kembali berpikir, jauh lebih besar dari 'sekedar' Privatisasi BUMN yang merupakan salah satu mata rantai dari krisis moneter dan krisis politik Indonesia tahun 1998 lalu. Apakah adanya krisis moneter dan politik itu sendiri juga adalah hasil 'konspirasi' mereka?

Dan juga apakah kejadian besar lainnya di Indonesia seperti : tergulingnya kekuasaan Soekarno, naiknya Soeharto menjadi Presiden, Peristiwa 1998, Lepasnya Timor Timur, Perang GAM, Bom Bali, dll. 'mereka' juga ada di balik semuanya?

 

Jika 'mereka' benar-benar ada di balik semuanya, maka tidak peduli siapapun yang akan berkuasa setelah Pemilu mendatang, "skenario-skenario" mereka akan tetap berjalan...

 

Atau mungkin saya yang terlalu paranoid saja...

 

EPILOG :

"There is Something Behind The Throne, Greater Than The King Himself"

( Sir William Pitt )

House of Lords

 

 

(Lihat foto: Dibalik Panggung Politik Indonesia : Apakah Mereka Benar-Benar Ada?)


Artikel ini memiliki: 13 KomentarMenarik +6

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »