Seks, Senjata Politik Perempuan Kenya • penulis: Catshade, 02 Mei 2009 11:40:43 • 17 KomentarMenarik +10

Apa yang akan anda lakukan jika anda, sebagai perempuan, sudah geram bukan kepalang terhadap pertikaian para politisi -mayoritas laki-laki- yang tak henti-hentinya? Sebagaimana yang dilansir The Telegraph hari Jumat kemarin, ribuan wanita di Kenya memilih untuk melakukan boikot berhubungan seks sebagai ekspresi protes mereka.

Didukung oleh 11 LSM wanita lokal, langkah itu diharapkan dapat mendorong faksi-faksi pemerintah yang bertikai soal pembagian kekuasaan pasca-pemilu untuk duduk berunding dan menghentikan cara-cara kekerasan yang sudah memakan korban lebih dari 1500 orang tewas dan 300.000 orang lainnya mengungsi.

Seorang juru bicara dari Women's Development Organisation, salah satu organisasi wanita terbesar dan tertua di sana, mengungkapkan mengapa metode protes seunik ini yang dipilih:

"We have looked at all issues which can bring people to talk, and we have seen that sex is the answer. It does not know tribe, it does not have a [political] party and it happens in the lowest households."

Organisasi tersebut menyerukan agar istri-istri para politisi turut ambil bagian dalam aksi ini. Dan, mungkin untuk mengantisipasi efek samping dari puasa seks, organisasi tersebut juga merencanakan untuk membayar para prostitusi di negara itu sebagai kompensasi selama mereka ikut melakukan boikot.


Artikel ini memiliki: 17 KomentarMenarik +10

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »