Waktu mampir ke dagdigdug beberapa hari yang lalu untuk penyegaran moral, saya sekaligus mau tanya sama juragannya, bagaimana cara mengelola outsourcing yang baik. Kebetulan saya lagi perlu cari pengembang web yang baik dan benar jadi waktunya tanya sama yang tahu.
Pak Didi bilang, biayanya agak mahal tetapi "mikirnya lebih mudah." Kebetulan beliau memang sudah pengalaman di urusan ini karena sudah bertahun tahun mengurus. Dulu saya dibayar dia untuk outsourcing macam macam. Beliau juga bilang, itu seringkali lebih baik secara kreatif karena pilihannya biasanya lebih banyak.
Sesudah makan siang, saya tanya Pak Didi kalau kalau dia punya ide bagus untuk calon presiden kita. Pak Didi bilang, "lebih baik kita outsourcing saja."
Wakil Presiden di outsource ke pihak swasta dan terbuka untuk semua kalangan, baik nasional maupun internasional. Mungkin Indonesia bisa sewa eksekutif seperti Lee Iacocca untuk membawa Indonesia di tahun anggaran 2009-2014. Asal tidak kemudian di lakukan perampingan dan restrukturisasi untuk menjual asetnya sepotong sepotong mungkin itu baik. Soalnya kalau mau dijual, nanti ada potongan yang kurang laku, kesian mereka.
Kalau setahu saya, itu mudah di atur dengan sepotong undang undang. Kalau parlemen tidak mau, bisa bikin perpu supaya jadi komisi sendiri.
Baik juga mungkin kalau Wakil Presiden itu di outsource keluar negeri, pandangannya bisa lebih objective. Saya dengar Pak Dick Cheney di Amerika sekarang sudah tidak terlalu sibuk, mungkin dia bisa bantu kasih referensi.
Pak SBY juga tidak perlu pusing bikin syarat terlalu banyak untuk cari wakil. Anak tiri kok disusui.
Kalau soal lebih mahal, saya rasa uangnya bisa dicari. Mungkin kalau kita cari eksekutif dari New York sana, mereka bisa buatkan program toksik yang baik supa kita bisa punya hutang lebih banyak. Ibu Sri Mulyani bisa senang karena nanti dia punya uang banyak dan tidak perlu terlalu takut lagi jaga APBN yang berubah berubah terus.
Pak Jusuf Kalla bisa berhenti jadi Wakil Presiden dan bekerja full time sebagai politisi. Kalau di outsource beliau tidak perlu lagi bagi konsentrasi, sebentar cari suara dan sebentar urus Negara.
Bu Mega dan Pak Prabowo bisa senang karena mereka tahu, bule bule itu gila jadi pemilihan presidennya bisa seru dan lebih spekulatif lagi.
Kalau saya jadi presiden, nanti Wakil Presidennya saya outsource.
Artikel ini memiliki: 6 Komentar • Lucu +3