Mendengar kabar Ketua KPK, Antasari Azhar dicekal Direktorat Jenderal Keimigrasian Departemen Hukum dan HAM terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen, saya jadi teringat salah satu film favorit saya, The Dark Knight (2008).
Dalam film tersebut juga diceritakan seorang Jaksa Wilayah (Antasari Azhar juga seorang mantan jaksa) di Gotham City bernama Harvey Dent (nantinya menjadi Two Face). Kriminalitas, kejahatan, korupsi dan nepotisme di Gotham City yang merajalela mengetuk nuraninya untuk memberantasnya. Karena kegigihan dan ketegasannya melawan kejahatan, Harvey Dent dipercaya dan diajak Bruce Wayne (Batman) dan Letnan James Gordon membentuk koalisi keadilan untuk melawan kejahatan di Gotham (mirip KPK untuk Gotham City kali ya). Dengan dibantu rekan-rekannya (terutama Batman), Harvey Dent berhasil menyeret satu demi satu penjahat, kriminalis, maupun pejabat korup Gotham City dan menjebloskan mereka ke penjara, yang dahulunya mereka sama sekali tak tersentuh hukum (hmm... semakin mirip kiprah Antasari Azhar di Indonesia). Karena keberhasilannya yang membuat jengkel para kriminal, sebab teman-temanya satu persatu digiring ke Hotel Prodeo (di Indonesia siapa yang jengkel ya?), tak lama kemudian Harvey Dent-pun menuai banyak pujian dari masyarakat, sehingga ia menjadi simbol Pahlawan Ksatria Putih (The White Knight) di negaranya, poularitasnya justru kontras dengan Batman (tokoh utama film ini), karena Batman malah banyak dibenci publik akibat intimidasi dan fitnah oleh Joker.
Namun, kelurusan hidup Sang Jaksa (baca: Harvey Dent) Ksatria Putih mulai goyah, ketika kekasihnya, Rachel terbunuh. Batman suatu saat memergoki Harvey Dent ternyata telah berbalik menjadi pelaku kejahatan yang dulu gigih dilawannya, Harvey Dent (baca:Two Face) telah berubah menjadi kriminalis yang tak segan membunuh dan menembak mati lawan-lawannya. Menyadari bahwa publik akan kembali kehilangan semua harapan dan semangat dalam memerangi kejahatan (yang dulu untouchable) jika sampai mereka tahu siapa sebenarnya Harvey Dent, akhirnya Batman memilih untuk menanggung semua kejahatan yang telah dilakukan Sang Ksatria Putih. Publik pun geram, Batman yang sebenarnya berada di balik semua aksi penegakan keadilan di Gotham City, justru semakin dibenci warga. Para polisi memburunya untuk diseret ke pengadilan. (mungkin ini yang membuat film ini diberi judul The Dark Knight)
Dalam hati terasa sangat gelisah dan prihatin ketika saya bertanya pada diri sendiri, akankah Sang Ksatria Putih kita berakhir sama dengan cerita film ini?
Dan akankah kepercayaan dan harapan kita pada penegakan keadilan di negeri ini masih membumbung tinggi setelah semua ini terjadi?
Semoga akan muncul ksatria-ksatria yang baru...
![]()
(Lihat foto: Antasari Azhar dan Harvey Dent?)
Artikel ini memiliki: 20 Komentar • Menarik +7