Obama, Amerika dan Kuba. • penulis: Lantip, 16 April 2009 04:13:10 • 5 KomentarMenarik +4

Berita terakhir dari Kompas saya dapatkan cukup layak untuk diapresiasi. Diberitakan bahwa:

Presiden AS Barack Obama, Senin (13/4), mengumumkan bahwa rakyat AS boleh mengirimkan uang dalam jumlah tidak terbatas kepada keluarga mereka di Kuba dan berkunjung ke Kuba kapan pun mereka mau.

Beritanya dapat disimak di Kompas.com

Namun nampaknya ada yang belum disentuh oleh Presiden AS idola warga dunia ini, yaitu mengenai embargo. Seperti kita tahu bahwa AS memberlakukan embargo bagi Kuba (dan banyak lagi negara lainnya) dengan alasan bahwa negara tersebut --kurang lebih-- adalah sarang komunis. Embargo ini sebagai buah dari perang dingin masa KGB dan CIA berhadapan.

Kini perang dingin telah usai. Uni Sovyet sudah melebur dan terpecah, tinggal USA sebagai dominator kekuasaan dunia. Maka layak kiranya kita bertanya, masih layakkah embargo itu diberlakukan? Tidakkah itu bentuk kekejaman juga? Apalagi ini sudah berhitung puluhan tahun, bolehkah orang memperlakukan hal sekejam ini kepada orang lain hingga berhitung keturunan?

Saya tiba-tiba teringat dengan KTP khusus bagi para keturunan OT (organisasi terlarang). Mereka yang KTP-nya bertanda khusus ini tidak berhak kerja di departemen (menjadi pegawai negeri), tidak berhak ini tidak berhak itu. Dibatasi kebebasannya. Layakkah? Manusiawikah?

Kembali ke topik, jadi menurut kawan-kawan, sejauh mana seorang Obama membawa perubahan? Karena ini adalah USA, sebuah negara adidaya yang besar dan kuat, apa yang terjadi di sana efeknya terasa bahkan sampai ke pelosok terpencil di Afrika. Sampai saat ini, perubahan ini masih bersifat permukaan menurut saya. Entah menurut Anda.

Baiklah, ini mencatat saja.


Artikel ini memiliki: 5 KomentarMenarik +4

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »