Sejarah Indonesia mencatat, Kamis 9 April, adalah hari di saat bangsa ini kembali menentukan siapa pemangku kebijakan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, Pemilihan Umum kali ini, dalam kacamata pribadiku, adalah pemilu tercacat selama 10 kali dan ini adalah ke-11 kalinya.
Berbagai macam kekurangan yang dilakukan badan penyelenggara pemilu alias Komisi Pemilihan Umum (KPU), tidak boleh ditolerir. Indonesia telah menghelat beberapa kali Pemilu. Mengapa kekurangan Pemilu kali ini ditolerir? Tentu jawabannya adalah tidak boleh!
Pada Pemilu 2004, orang-orang yang duduk di KPU adalah mereka yang pernah mengkritik pelaksana Pemilu 1999. Mereka adalah para tokoh pendidikan alias Ilmuwan. Seorang professor, pakar politik dan kriminolog, namun apa yang mereka lakukan tetap tak luput dari perilaku apa yang disebut korupsi.
Bagaimana dengan Pemilu 2009? Hm, menurut saya, kali ini lebih buruk daripada 2004. Korps KPU kali ini tidak punya otak yang luas memprediksi kemungkinan-kemungkinan. Entah apa yang mereka pikirkan. Bahkan mereka melupakan pemilih yang memiliki tugas melayani masyarakat, seperti pilot, pramugari, dokter, perawat, dan wartawan.
KPU tidak lagi menyediakan TPU khusus di Bandara dan juga di Rumah Sakit. Jelas, ini akan menghilangkan hak suara mereka. Dengan alasan cadangan surat suara hanya 2 persen, maka bagi pilot, pramugari, dan wartawan, harus memilih di tempat mereka terdaftar. KPU, what are you doing during more a year?
Yah, pokoknya .... Pemilu 2009 adalah Pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Semoga semua berjalan lancar, tanpa ada chaos! Ameen, semoga!
Artikel ini memiliki: 10 Komentar • Bagus +2