Golput, kata ini begitu populer menjelang pemilu 2009 yang akan dihelat sebentar lagi. Tidak hanya pemilu legislatif kali ini saja, dalam pilkada yang diadakan di berbagai daerah tahun 2008 lalu golput juga menjadi fenomena. Hasil pilkada di beberapa tempat malah menempatkan golput menjadi pemenang. Sebagai contoh, pada pilgub Jatim baru-baru ini angka golput mencapai lebih dari 40%.
Apakah golput itu?
Golput atau golongan putih adalah sebuah sikap atau pilihan untuk tidak memberikan hak pilih pada suatu pemilihan umum. Istilah populernya adalah memilih untuk tidak memilih. Kata golput sendiri pertama kali dicetuskan oleh Arief Budiman dan rekan-rekannya menjelang pemilu tahun 1971. Golput sendiri pada waktu itu bertujuan sebagai bentuk protes terhadap penguasa orde baru yang dinilai melanggar nilai-nilai demokrasi. Pada waktu itu golput dianggap sebagai sebuah tindakan subversif dan dosa politik. Setelah deklarasi golput waktu itu, para deklarator kemudian ditangkap oleh rezim penguasa. Golput kemudian diartikan sebagai sebuah bentuk pernyataan sikap untuk menyatakan kekecewaan atau ketidak percayaan terhadap kinerja pemerintah atau otoritas yang berkuasa.
Mengapa memilih golput?
Memilih untuk golput berarti memilih untuk tidak ikut berpartisipasi dalam suatu pemilu. Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih golput. Pertama, karena dia memang tidak peduli lagi dengan masa depan politik negaranya. Kedua, sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap kondisi pemerintahan yang ada. Ketiga, karena ketidaktahuan atau mungkin karena kebingungan. Dan alasan terakhir adalah karena memang tidak ada calon pemimpin atau wakil rakyat yang pantas untuk dipilih.
apakah golput merupakan solusi yang baik ?
Tidak!! apapun alasannya, golput tetap bukan merupakan solusi yang baik. Golput tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Dengan golput mungkin anda berpikir bahwa itu adalah wujud kepedulian anda terhadap kondisi negara saat ini. Tapi tetap saja itu tidak memberikan solusi untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik di masa yang akan datang. Bagaimanapun juga kita tetap butuh pemerintah untuk menjalankan roda pemerintahan. Dengan golput berarti kita tidak ikut berpartisipasi menentukan pemerintahan yang baik.
Mengapa golput dibutuhkan?
Walaupun golput bukanlah solusi yang baik tapi golput tetap dibutuhkan sebagai wujud pernyataan bahwa kita tidak puas dengan sistem yang berjalan saat ini. Dengan adanya golput, berarti menyadarkan pemerintah bahwa kita tidak puas dengan kinerja pemerintah saat ini.
Apakah golput dapat dibenarkan?
Jawabannya tergantung bagaimana kita menafsirkan sikap golput itu sendiri. Apakah kita golput karena tidak peduli lagi dengan pemilu, apakah sebagai wujud kekecewaan kita terhadap pemimpin-pemimpin bangsa ini, atau karena alasan-alasan lainnya.
Well, keputusan akhir ada di tangan kita sendiri. Apakah kita masih memandang perlu untuk berpartisipasi dalam menentukan masa depan bangsa, atau memutuskan untuk golput sebagai sebuah pilihan.
Selamat memilih secara cerdas.
Dikutip dari berbagai sumber.
(Lihat foto: Mengapa memilih golput?)
Artikel ini memiliki: 4 Komentar • Bagus +2