Partai Lokal Aceh • penulis: arsyani, 02 April 2009 14:03:27 • 9 KomentarBagus +2

 

Tulisan kedua dari dua tulisan yang direncanakan. Sambungan dari tulisan tiga partai lokal yang ada di Aceh.

Partai Rakyat Aceh

Inilah seingat saya partai lokal yang pertama sekali mendeklarasikan berdirinya sebuah partai berdasarkan hasil MoU Helsinky tahun 2005 lalu. Partai ini diisi oleh banyak sekali `anak-anak` muda yang bejiwa `sosialis`. Terlihat juga di simbol partai yang bintang hitam dengan latar merah. Mereka dahulunya saat konflik masih mewabah di Aceh adalah para demonstran yang sering sekali berada di garis depan. Mereka sangat senang mengusung ideologi agak kiri. Mereka sangat hafal teori Plato, Karl, dan tokoh filsafat dunia. Dahulu mereka membuat organisasi dengan nama Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR). Mereka dahulu sangat akrab dengan Forkot yang di Jakarta. Mereka saat itu juga punya adik bernama SPUR atau singkatan dari Solidaritas Pelajar Untuk Rakyat. Dan organisasi bibit partai ini masih tetap eksis. Partai ini bisa dikatakan partai anak muda yang mempunyai misi membangun Aceh dan berpihak pada rakyat. Sesuai sekali dengan idieologi mereka yang sosialis. Sayang, mereka tak punya tokoh yang sangat dikenal oleh masyarakat awam atau masyarakat umum. Tokoh mereka hanya dikenal di lingkungan aktivis penggerak HAM dan intelek muda yang ada di Aceh. Namun untuk jaringan, mereka mengaku sudah dikenal oleh mereka yang seideologi dengan mereka di seluruh dunia. Malah, mereka, dalam hal ini Sang Sekjen, Thamrin Ananda, usia 30,  mengaku telah mempunyai hubungan baik dengan Presiden Vokal dari Venezuela, Chavez. Saat ini PRA diketuai oleh Aguswandi, Usia ± 33, seorang sarjana hukum dari Universitas Syiah Kuala, yang sudah malang melintang di dunia politik hingga belajar ke luar negeri. Sedangkan Sang Sekjen adalah anak yang sangat suka pindah kuliah. Dan pernah menjadi ikon berita demonstrasi di Seputar Indonesia :). Prediksi, untuk saat ini sepertinya partai ini menarik dukungan suara masyrakat awam. Tapi dengan caleg yang rata-rata muda, mereka layak diberi kesempatan.

 

Partai Aceh

Ini adalah partai cerminan dari mantan kombatan atau pejuang Gerakan Aceh Merdeka. Partai ini semula dibentuk dengan nama Partai GAM. Dengan arti GAM yang masih bisa berarti apa saja. Seperti kita ketahui, pusat sangat menolak nama dan simbol yang masih mengarah pada gerakan masa lalu yang ingin `mekar` dari Indonesia. Sempat juga dinamai Partai Gerakan Aceh Mandiri, namun berubah juga menjadi Partai Aceh. Partai ini dikomandani oleh sang mantan panglima perang mereka Muzakkir Manaf, sekarang beliau juga sudah menjadi pengusaha. Tokoh dan warga partai yang berpengaruh memang adalah mantan para anggota gerakan aceh merdeka. Walau banyak juga caleg yang ikut saat ini adalah orang-orang yang dulu murni tak terlibat dalam gerakan politik aceh merdeka. Mereka juga masih menagungkan sang deklarator Gerakan Aceh Merdeka, Hasan Tiro yang saat ini berdomisili di Swedia. Mereka adalah saat ini yang mempunyai massa pengikut yang paling banyak. Dan massa ini terbukti, dengan kemenangan Gubernur Irwandi saat PILKADASUNG 2006, walau saat itu partai belum ada. Juga dibuktikan dengan kemenangan para Bupati di sebagian besar kabupaten yang didukung oleh Partai Aceh. Mereka layak diberi kesempatan duduk di legislatif, asalkan bukan untuk euforia karena telah merasa didiskriminasi, tapi sungguh untuk kemakmuran Aceh.

Para Caleg yang diusung juga bukan mereka yang secara umum sangat dikenal di kalangan masyarakat. Namun tokoh yang ada di balik layar itulah yang sangat menetukan eksistensi partai ini.

 

Partai Bersatu Aceh

Sepertinya partai ini tidak akan banyak didukung massa kebanyakan. Mereka memang punya tokoh sang deklarator, Farhan Hamid, mantan Kader PAN yang duduk di kursi legislatif di senayan. Dan beliau juga saat ini maju sebagai anggota DPD. Dokter yang satu ini bersama dengan sang Abang, Humam Hamid juga keluarga lainnya, seperti sang adik Muntasyir Hamid (ketua DPRK Banda Aceh), merupakan keluarga yang sangat faham mengenai politik. Sudah terjun sejak lama. Partai ini banyak didukung oleh intelektual dan cendikia yang dekat dengan kedua tokoh tersebut (Humam dan Farhan). Keluarga mereka juga keluarga yang terpandang di Kabupaten Bireuen, asal orang tua mereka. Diprediksi partai ini akan berada di bawah Partai Aceh; Partai SIRA; dan Partai Rakyat Aceh

 


Artikel ini memiliki: 9 KomentarBagus +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »