Dilahirkan tanpa tokoh yang memadai, Partai Keadilan Sejahtera bisa naik pamor menjadi salah satu partai yang diperhitungkan. Ini tentu saja berkat dukungan kader dan manajemen yang handal. Pantas saja jika kemudian PKS dilabeli sebagai partai Islam modern, karena manajemennya memang rapih dan profesional.
Dari awal kelahirannya PKS selalu memposisikan diri sebagai partai yang bersih dan peduli. Dengan lantang PKS menolak korupsi dan mengadakan aksi sosial. Entah sekadar berdemo turun ke jalan atau sampai menurunkan orang ke daerah bencana. (Sebetulnya aneh juga ada partai yang berdemo, karena tugas partai adalah mendengarkan pendemo lalu menyalurkan aspirasi mereka di DPR. Buat apa ada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR?)
Sayangnya gaung PKS hanya terdengar di luar DPR. Di Senayan, kiprahnya terasa melempem. Jarang terdengar kader PKS melakukan langkah/gebrakan yang berarti di DPR. Dalam proses kenaikan harga BBM, misalnya, partai ini justru mendukung. PKS lebih terdengar ketika menanggapi isu-isu populer seperti Ahmadiyah, Undang-Undang Pornografi, dan Israel.
Sikap PKS yang condong ke gaya keras timur tengah keras memang memantapkan semangat massanya tapi di lain sisi membuat takut orang biasa. Kader partai selalu membantah kalau PKS akan menerapkan syariah Islam secara kaku di Indonesia. Tetapi di lain sisi, aksi-aksi PKS selalu terlihat sebaliknya.
Mungkin itulah kenapa akhir-akhir ini PKS seperti hendak merombak citra. Dari partai yang sangat kanan, menjadi partai kanan-tengah. Iklan PKS yang menyabut Alm. Soeharto sebagai guru bangsa, misalnya, disinyalir untuk menetralkan wajah PKS. Langkah ini terasa tidak konsisten, mengingat status Pak Harto sebagai koruptor hingga saat ini masih mengambang.
Ketidak-konsistenan ini kemudian dilengkapi dengan pernyataan dari Abdul Hadi Jamal kalau kader PKS Rama Pratama juga ikut menerima suap (bagi yang tinggal di tempurung dalam sebulan ini, Abdul Hadi Jamal adalah anggota DPR yang ditangkap KPK atas tuduhan suap). Inilah tantangan besar PKS, dapatkah partai ini memegang teguh sikap yang telah dia tanam dalam-dalam?
(Lihat foto: Review Partai Keadilan Sejahtera)
Artikel ini memiliki: 140 Komentar • Menarik +10