http://pemilu.inilah.com/berita/2009/03/19/91896/parpol-besar-sadarlah
Sebagian kecil individu politisi memang relatif bagus, tapi secara keseluruhan performa 4 parpol besar masih mengecewakan. Baik Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI Perjuangan maupun PKS sama saja alias setali tiga uang. Kesemuanya tidak bisa memberikan kontribusi progresif dan visioner atas masa depan Indonesia.
Dalam pandangan pembuat logo sindiran PKS (Partai Komunis Sejahtera), Muhammad Amin, tingkah laku keempat partai tersebut hanya bagi-bagi kekuasaan dan korupsi. Karena itu, pria yang kini sedang kuliah di Belanda itu meminta para pengurus parpol segera sadar dan insyaf dari perbuatannya selama ini.
Berikut catatan Amin terhadap kinerja 4 parpol yang diberikan kepada INILAH.COM, Kamis (19/3), melalui surat elektronik:
PDI Perjuangan: Partai yang lahir dari empati reformasi, tetapi pengkhianat reformasi paling wahid. Diam itu emas kata mereka, mendiamkan tuntutan reformasi bukanlah emas, tetapi pengkhianatan. Diberi kesempatan berkuasa, tetapi malah beasyik masyuk dengan Keluarga Cendana.
Dipimpin oleh dinasti feodal tanpa visi yang celakanya mencantol nama besar bapak bangsa Sukarno. Padahal kalau di bandingkan kevisioneran dan keprogresifannya seperti bumi dan langit. Partai ini harus segera diambil oleh generasi baru sebelum membusuk, dan bukan dari dinasti yang sekarang memimpin.
Partai Golkar: Mesin politik Orde Baru yang lucunya masih tetap bercokol di panggung politik nasional setelah anak bangsa mati-matian menggulingkan rejim yang korup dan represif itu. Tahun 2004 malah masih menjadi partai terbesar. Amnesia historis bangsa Indonesia memang parah.
Sifat-sifat korup dan represif partai ini masih sangat terasa, dan kiprahnya membangun bangsa nol besar. Laiknya opium, partai ini telah membuat bangsa Indonesia terbuai dan lupa bahwa partai ini telah menjadi tikus pengerat bangsa selama lebih dari 4 dekade.
PKS: Partai yang terkesan bersih dari luar, tetapi sama bobroknya di dalam, terutama di kalangan elitnya. Tentu cara korupsi dan kolusi mereka dilakukan secara lebih halus.
Hidden agenda mereka menegakkan syariah Islam di Indonesia adalah sangat berbahaya untuk kelangsungan negara kesatuan Indonesia. Bahkan kiprah merekapun bisa dibilang minim, terbukti setelah menang pemilu di Jakarta pun tidak ada kemajuan berarti.
Partai ini perlu segera mementahkan referensi ideologis mereka kepada Hasan Al-Banna dan Ikhwanul Musliminnya yang jelas-jelas pro Pan Islamisme. Fakta sejarah bahwa Hasan Al-Banna adalah teman dekat Hitler dan mengadopsi strategi Hitler dan Nazi-nya perlu dicermati dengan seksama.
Partai Demokrat : Partai dadakan yang sangat keropos, tergantung pada figur SBY. Jika saja SBY mangkat atau ada halangan lain yg permanen, partai ini pasti jadi arena tinju. Regenerasi dan kaderisasi sangat perlu dilakukan di partai ini.
Artikel ini memiliki: 2 Komentar • Gak Penting -3