Dari manakah datangnya penghargaan terhadap kebebasan dan kemerdekaan? Dari hati nurani, kata salah satu bapak bangsa, Sutan Syahrir.
"Jangan bicara tentang kebebasan dan kemerdekaan bila hatimu sendiri tidak bebas dan tidak pula merdeka. Kemerdekaan dan kebebasan individu itu merupakan hak asasi manusia. Bisakah engkau menghargai kebebasan dan kemerdekaan manusia lain, sedang hati nuranimu sendiri terbelenggu?"
Kalimat itu ada di salah satu surat yang ditulis Syahrir ketika berada dalam pengasingan di Pulau Banda pada 1936-1942.
Buat saya, pesan yang artinya sangat dalam itu terasa masih relevan hingga sekarang. Layak direnungkan oleh kita semua yang harus terus belajar tentang demokrasi, perbedaan pendapat, kemerdekaan, dan kebebasan.
Bagaimana menurut sampean?
(Lihat foto: Dari Syahrir Untuk Kita)
Artikel ini memiliki: 6 Komentar • Inspiratif +3